TOMIRA MENARIK PERHATIAN KEMENTERIAN KOPERASI UKM RI

KULONPROGO-DINKOPUKM. Berdirinya Toko Milik Rakyat (ToMiRa) merupakan wujud perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo terhadap gerakan Koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan sebagai implementasi dari Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Pasar Tradisional Serta Penataan Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern.Utamanya  pada pasal 14 (huruf c) berbunyi: toko modern yang berstatus waralaba dan/atau berstatus cabang tidak boleh berjarak kurang dari 1.000 meter dengan pasar tradisional.

Untuk mensikapi hal tersebut, maka Toko Modern yang berjarak kurang dari 1.000 meter dimitrakan dengan Koperasi dijadikan ToMiRa.

Namun seiring dengan berkembangnya kondisi di Kabupaten Kulon Progo yang semakin menjanjikan di sektor perekonomian, maka semakin banyak berdiri Toko Modern. Memperhatikan hal tersebut, maka diambil kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo untuk mengatur Toko Modern di Kabupaten Kulon Progo harus bermitra dengan Koperasi, menjadi ToMiRa. Hal tersebut telah didukung dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Direktur PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dengan Bupati Kulon Progo yang ditandatangani pada tanggal 1 September 2014. Dan juga ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Direktur PT. Indomarco Prismatama dengan Bupati Kulon Progo yang ditandatangani pada tanggal 23 Agustus 2016.

ToMiRa memang telah menjadi daya tarik tersendiri, berbagai pihak, tidak terkecuali Kementerian Koperasi UKM RI. Hal tersebut terbukti dengan kehadiran Ir, Sutrisno (Kepala Bidang Pendirian Koperasi) dan Kherul Bariyah (Kasubid Sistem Akuntabilitas Koperasi) ke Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo yang dipimpin oleh Dra. Sri Harmintarti, MM, untuk mengetahui tentang ToMiRa, pada Rabu (4/10).

Kunjungan Kerja tersebut diterima langsung oleh Dra. Sri Harmintarti, MM di Ruang Rapat Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, didampingi oleh Drs. Junihardi Tri Sarjono (Kabid Kelembagaan dan Pengawasan), Drs. Sri Wahyuniarto, MA (Kabid Permodalan), dan Devi Yunara,SP (Kasi Lembaga).

Pada kesempatan tersebut Dra. Sri Harmintarti, MM menjelaskan tentang awal mula terjalinnya kemitraan antara Koperasi dan Toko Modern untuk mendirikan ToMiRa. Kemitraan tersebut bukan hanya menguntungkan bagi pihakToko Modern maupun pihak Koperasi, namun juga memberikan peluang kepada pelaku UMKM untuk memasarkan produknya bersanding dengan produk pabrikan yang dijual di ToMiRa. Yang tentunya syarat dan ketentuan berlaku bagi produk lokal harus melalui proses kurasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Dra. Sri Harmintarti, MM, kunjungan kerja tersebut dilanjutkan kunjungan ke ToMiRa. Kunjungan pertama ke ToMiRa Legowo Lendah. Di ToMiRa Legowo ini dari Kementerian Koperasi UKM disambut oleh Ketua KSU Legowo (Ngatiran). Dijelaskan oleh Ngatiran bahwa ToMiRa memberikan kemanfaatan bagi Koperasi, karena Koperasi mendapatkan keuntungan yang bisa memberikan peningkatan pendapatan yang selanjutnya bisa dirasakan oleh semua anggota Koperasi, maupun oleh pelaku UMKM yang memasukkan produknya di ToMiRa.

Petugas dari Kementerian Koperasi UKM RI secara langsung bisa melihat dan mengamati produk-produk UMKM yang ditata di rak khusus produk UMKM. Ir, Sutrisno dan Kherul Bariyah terlibat dialog dengan Ketua KSU Legowo tentang kemitraan, produk UMKM, dan juga termasuk stok produk UMKM itu sendiri. Yang dijelaskan oleh Ngatiran selama ini tidak menjadi kendala, karena produk UMKM yang dipasarkan di ToMiRa Legowo selalu tersedia dengan baik.

Pada kesempatan tersebut Ngatiran menyampaikan permasalahan yang sampai saat ini belum ada solusinya, yakni tentang barkot harga produk UMKM. Karena penting sekali, dalam melayani konsumen yang beli produk pabrikan sudah ada barkotnya sehingga pelayanannya lebih cepat, sedangkan untuk produk UMKM belum ada sehingga membutuhkan waktu tersendiri untuk mencatat. Harapan Ngatiran, Kementerian Koperasi UKM bisa memberikan bantuan berupa barkot tersebut. Untuk masalah komputer, Koperasi siap untuk pengadaannya.

Selain itu, Ngatiran juga berharap agar pajak Koperasi untuk diusulkan lebih diringankan. Karena selama ini dirasakan oleh Koperasi masih memberatkan. Kedua usulan dari Ngatiran tersebut diapresiasi oleh Ir, Sutrisno dan Kherul Bariyah, yang selanjutnya akan diusulkan ke Kementerian UKM RI. Kunjungan kerja dilanjutkan ke ToMiRa Gangsar Sentolo.

Semoga dengan dilaksanakannya kunjungan kerja dari Kementerian UKM RI ini membawa dampak positif bagi gerakan Koperasi yang mengelola ToMiRa, yang pada gilirannya memberikan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh anggota Koperasi maupun pelaku UMKM yang produknya dipasarkan di ToMiRa, dan masyarakat Kulon Progo pada umumnya.