BIMTEK BAGI KOPERASI SEKTOR RIIL

KULONPROGO-DINKOPUKM. Tugas Pemerintah dalam membangun dan mengembangkan koperasi sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat adalah untuk mewujudkan koperasi yang dikelola secara profesional dengan menerapkan prinsip keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas yang dapat diakui, diterima dan dipercaya, baik oleh anggota pada khususnya maupun oleh masyarakat luas pada umumnya.

Salah satu indikator terlaksananya penerapan prinsip tersebut adalah melalui penyusunan laporan keuangan secara jujur, tertib dan wajar. Oleh karena koperasi sektor riil memiliki identitas, maka penerapan standar akuntansi dan penyampaian laporan keuangannya juga menunjukkan kekhususan dibanding dengan standar akuntansi dan laporan keuangan badan usaha lain pada umumnya.

Laporan keuangan koperasi sektor riil menyajikan informasi yang menyangkut kondisi, kinerja dan perubahan posisi keuangan koperasi, yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan strategis untuk pengembangan koperasi sektor riil tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, agar koperasi yang bergerak pada sektor riil atau koperasi yang memiliki unit usaha sektor riil mampu mengelola koperasinya dengan lebih baik dan mampu mencapai tujuannya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan anggotanya, maka Dinas Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Kulon Progo yang dipimpin oleh Dra. Sri Harmintarti, MM mengadakan Pelatihan Penguatan Kelembagaan KUMKM Peningkatan Kapasitas Koperasi Sektor Riil.

Mulai Selasa (13/10) s.d. Kamis (15/10) bertempat di Joglo TP, Beji, Karangsari, Pengasih, pelatihan tersebut dilaksanakan. Pembukaan pelatihan tersebut dibuka oleh Kabid Kelembagaan Dan Pengawasan (Drs. Junihardi Tri Sarjono) mewakili Kepala Dinas yang tidak bisa hadir karena melaksanakan kedinasan di tempat lain.

Laporan penyelenggara disampaikan oleh Kasi Lembaga (Devi Yunara, SP), yang menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan menggunakan Dana APBD melalui Dinas Koperasi UKM Tahun 2020, yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari.

Sedangkan tujuan dari penyelenggaran kegiatan tersebut yakni:

  1. Koperasi bisa mengembangkan usaha koperasi dan atau anggotanya di sektor riil.
  2. Memperkuat peran koperasi sektor riil dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan anggota dan pengentasan kemiskinan.
  3. Koperasi pengelola Toko Milik Rakyat (ToMiRa) dapat menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan sesuai Modul Akuntansi Koperasi.
  4. Koperasi memahami mekanisme cara pengelolaan ToMiRa.
  5. Koperasi memahamimekanisme pengelolaan produk lokal di ToMiRa.

Peserta pelatihan tersebut ada 11 koperasi, yaitu:

  1. Koperasi Konsumen Bangun, Wates
  2. KPP Niaga Binangun, Wates
  3. Koperasi Nelayan Permadani, Wates
  4. KSU Mertekas, Pengasih
  5. Kossuma, Pengasih
  6. KSU Lancar, Salamrejo, sentolo
  7. KUD Sedyo Rahayu, Pandowan, Galur
  8. KUD Sari Mulyo, Kembang, Nanggulan
  9. KKT Marem, Pengasih
  10. Koperasi Konsumen Cikli Mandiri, Kulur, Temon
  11. KSU Sentosa Karya Abadi, Glagah, Temon.

Drs. Junihardi Tri Sarjono dalam sambutannya menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini merupakan kesempatan bagi Pengurus maupun Anggota Koperasi untuk lebih mengetahui dan memahami cara mengelola Koperasi sektor riil maupun Koperasi yang memiliki unit usaha sektor riil. Sehingga dalam melakukan pelaporan bisa sesuai dengan Modul Akuntansi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian Pengurus Koperasi lebih bisa menggunakan strategi yang lebih baik dalam mengelola koperasinya untuk bisa lebih berkembang. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini, Koperasi harus mampu bertahan dengan baik, sehingga anggota tetap merasa terlindungi secara ekonomi oleh koperasi.

Drs. Junihardi Tri Sarjono juga berharap agar seluruh peserta bisa mengikuti pelatihan tersebut dengan baik dan tertib, tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah dilakukan oleh panitia penyelenggara, dari awal hingga akhir. Ilmu yang didapatkan nanti agar bisa diimplementasikan dalam mengelola koperasinya sehingga kedepan benar-benar mampu memberika kemanfaatan yang lebih besar dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi anggotanya maupun masyarakat pada umumnya.

Perlu untuk diketahui juga bahwa pelatihan ini dengan nara sumber:

  1. Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo
  2. KSP Sido Subur Samigaluh
  3. KSU Benih Kasih Pengasih
  4. Kopwan Sempulur Wates.

Melalui berbagai Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo semoga gerakan Koperasi bisa semakin maju dan berkembang menuju Koperasi yang sehat, mandiri, akuntabel dan memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi seluruh anggotanya dan masyarakat pada umumnya, serta bisa membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka kemiskinan.