SEMANGAT PURNAWIRAWAN DALAM BERKOPERASI

KULON PROGO-DINKOPUKM

Para Purnawirawan yang tergabung dalam Pepabri Kabupaten Kulon Progo mendirikan Koperasi dengan nama Primkoppabri. Di Kulon Progo ada sejumlah 6 (enam) Primkoppabri yang semuanya masih aktif hingga saat ini. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pepabri maupun Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, karena semangat dari Purnawirawan dalam berkoperasi masih tinggi.

Hal tersebut terbukti dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku 2019 pada Tahun 2020 ini yang telah diselenggarakan oleh dua Primkoppabri, yakni Primkoppabri Kapanewon Temon dan Primkoppabri “KPU” Kapanewon Nanggulan. Rabu (12/2/2020) Primkoppabri Kapanewon Temon telah melaksanakan RAT bertempat di Kalurahan Palihan. Hadir pada RAT tersebut, Ketua Pepabri DIY, Ketua PAC Pepabri Kulon Progo, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo – Sutrisno Purwoto mewakili Ibu Kepala Dinas (Dra. Sri Harmintarti, MM), Pengurus, Pengawas dan segenap Anggota Primkoppabri Temon.

Kamis (13/2/2020) Primkoppabri “KPU” Kapanewon Nanggulan juga melaksanakan RAT. Hadir pada RAT tersebut Ketua Pepabri DIY, Ketua Pepabri Kulon Progo, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo – Sutrisno Purwoto mewakili Ibu Kepala Dinas (Dra. Sri Harmintarti, MM), Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Nanggulan beserta Muspika Kapanewon Nanggulan, Pengurus, Pengawas dan segenap Anggota Primkoppabri “KPU”.

Pada kesempatan tersebut Ketua Primkoppabri “KPU” (Suradiyo) menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh undangan dan anggota yang telah hadir pada RAT. Disampaikan juga bahwa Primkoppabri “KPU” mengalami penurunan pendapatan, dan juga berkurangnya anggota sebanyak 10 (sepuluh) orang, dan yang masuk sebagai anggota baru hanya 2 (dua) orang. “Primkoppabri “KPU” Nanggulan kini merintis usaha baru dengan menjadi agen Elpigi (gas). Hal ini kami lakukan untuk menambah pendapatan Koperasi”, jelah Suradiyo.

Pada sambutannya Ketua Pepabri DIY menyampaikan ucapan selamat atas terlaksananya RAT Tutup Buku 2019. Primkoppabri “KPU” Kapanewon Nanggulan dalam pengelolaannya dinilai baik. “Walaupun anggota Primkoppabri “KPU” ini sudah tua-tua (karena Purnawirawan), namun masih memiliki semangat berkoperasi yang cukup tinggi. Jadi untuk menjaga kesehatan, salah satunya dengan bersilaturrahmi semacam ini bisa memperpanjang umur”, kata Ketua Pepabri DIY.

Sutrisno Purwoto pada kesempatan tersebut menyampaikan pamit Ibu Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo yang pada RAT yang diselenggarakan oleh Primkoppabri “KPU” Nanggulan tidak bisa hadir dikarenakan bersamaan dengan kedinasan di tempat lain. Sutrisno membacakan sambutan Kepala Dinas, yang antara lain, Dinas Koperasi UKM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan menyampaikan selamat kepada Primkoppabri “KPU” yang telah melaksanakan RAT Tutup Buku Tahun 2019 pada Tahun 2020 ini. Pelaksanaannya di bulan Februari, hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi termasuk baik.

Selanjutnya pada kesempatan disampaikan hal-hal sebagai berikut :

 

1.

Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi didalam pengambilan keputusan di koperasi, sebagai pelaksanaan prinsip demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola koperasi;

2.

Rapat Anggota membahas penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi dilaksanakan sebelum akhir tahun buku atau sebelum memasuki tahun berikutnya.

3.

Rapat Anggota Koperasi wajib menetapkan pimpinan dan sekretaris rapat yang berasal dari anggota yang bukan berasal dari unsur Pengurus dan Pengawas, untuk memimpin jalannya Rapat Anggota.

4.

Koperasi harus melakukan reformasi total agar mampu melewati era Revolusi Industri 4.0.  Koperasi harus mampu beradaptasi dan bertransformasi secara dinamis, koperasi harus kreatif dan inovatif dalam menjalankan strategi bisnisnya. Harus sudah mengembangkan aplikasi-aplikasi, termasuk aplikasi pelayanan anggota dan bisnis, untuk meningkatkan kinerja usahanya, teknologi bisa dijadikan sebagai alat dalam menerapkan strategi efisiensi usaha dan dapat meningkatkan daya saing.

5.

Sertifikat NIK sebagai bukti koperasi sudah teregristasi di Kementerian Koperasi dan UKM sebagai koperasi aktif. Sertifikat ini berlaku 2 tahun setelah itu harus melakukan perpanjangan dengan cara mengajukan permohonan kepada Kementerian Koperasi UKM RI melalui Dinas Koperasi UKM Kulon Progo, sesuai format yang telah ditentukan.

6.

Berdasarkan Permenkop dan UMKM RI No 11 tahun 2018 tentang Perizinan Usaha Simpan Pinjam Koperasi, disebutkan bahwa pendirian koperasi simpan pinjam/unit simpan pinjam, koperasi simpan pinjam pola syariah/unit simpan pinjam pola syariah dan izin operasional untuk pembukaan kantor cabang, cabang pembantu serta pembukaan kantor kas melalui lembaga OSS (Online Single Submission).

Pertanggungjawaban dari pengurus dan pengawas ini penting dilakukan untuk mengukur kinerja pengurus serta mengevaluasi seluruh program dan kegiatan agar pada masa-masa mendatang kinerja koperasi dapat diperbaiki dan bisa lebih sempurna lagi. Pengurus koperasi diharapkan bisa memikirkan, mengelola usaha serta menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian sehingga koperasi tumbuh dan berkembang sehat.

Disampaikan juga bahwa Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo dalam ketugasan pengawasan koperasi meliputi beberapa aspek:

Aspek penerapan kepatuhan meliputi: kepatuhan legal; kepatuhan usaha dan keuangan, kepatuhan transaksi.

Aspek kelembagaan koperasi meliputi kelengkapan legalitas dan kelengkapan organisasi koperasi yang mencerminkan struktur tugas, rentang kendali dan satuan pengendalian internal.

Aspek usaha simpan pinjam meliputi: penghimpunan dana/mengontrol keseimbangan dana, penyaluran dana.

Aspek penilaian kesehatan usaha simpan pinjam terhadap aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, jati diri koperasi, pertumbuhan dan kemandirian serta kepatuhan terhadap prinsip syariah untuk usaha simpan pinjam.

Aspek penerapan sanksi meliputi: sanksi administratif, pelimpahan perkara, pemantauan pelaksanaan sanksi, pemantauan keputusan hasil pelimpahan perkara, rehabilitasi kelembagaan, rehabilitasi usaha.

“Maka kami minta kepada perangkat organisasi koperasi seperti pengurus dan pengawas, dapat mengoptimalkan tugas, fungsi dan perannya sesuai dengan AD/ART koperasi. Kami harap koperasi ini menjadi koperasi yang sehat, mandiri dan akan semakin banyak yang tertarik menjadi anggota koperasi”, tambah Sutrisno membacakan sambutan Kepala Dinas.

Selanjutnya mengingat tinggi dan pentingnya kedudukan serta fungsi RAT, kepada segenap anggota koperasi yang hadir diharapkan dapat memberikan berbagai masukan dalam bentuk kritik dan saran. Sementara jajaran pengurus juga berkewajiban mempertanggungjawabkan hasil kerja dengan sikap terbuka dan jujur, karena sesungguhnya apa yang dikelola oleh pengurus adalah amanah dari anggota yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap melalui Rapat Anggota Tahunan kali ini akan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi pengembangan dan pertumbuhan koperasi itu sendiri. Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan, ada kekurangan dan kekhilafan mohon maaf yang setulus-tulusnya. Akhirnya kami ucapkan: “Selamat Melaksanakan RAT” ...!!,” tutup Sutrisno membacakan sambutan Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo.

Setelah itu disampaikan Sertifikat Penilaian Kesehatan Koperasi, Kertas Kerja Penilaian Kesehatan Koperasi, Lembar Evaluasi Buku Laporan RAT, dan Sambutan kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo.

Semoga dengan pengelolaan Koperasi yang baik dan benar, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya dan masyarakat Kulon Progo pada umumnya.