ToMiRa Bertambah, Bupati Monitoring

Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) mengaku senang terhadap perkembangan Toko milik rakyat (ToMiRa) di wilayahnya yang terus bertambah, dari semula 3 kini menjadi 7. Yaitu ToMiRa Jombokan, Bendungan, Dekso, Proliman, Josuta, Temon, dan Galur.

Diharapkan ke depan akan terus meningkat, mengingat masih ada potensi ToMiRa 7 lagi yang diharapkan juga akan berdiri. Kami juga ingin 3 atau 4 tempat baru ToMiRa baru yang mandiri bisa berdiri, tidak mengambil alih dari Alfamart. Semua harus berbasis koperasi, kalau individu tidak sama sekali, kata Hasto saat pengarahan dan monitoring ToMiRa, di Gedung Binangun, Senin (18/1/2015). Bupati berkesempatan menyematkan PIN dan usai acara langsung melakukan monitoring dengan didampingi Pimpinan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Cabang Klaten Sudarman dan anggota DPRD Muhtarom di ToMiRa diantaranya di Proliman, Josuta, dan lainnya.

Hasto minta produk UMKM bila saat ini ada 20 produk yang bisa masuk, maka untuk ke depan perlu ditingkatkan ataupun diversifikasi produk, ini sebagai upaya dalam menghadapi MEA. Kami perlu membenahi beberapa nama produk, karena nama juga sangat berpengaruh dan penting membawa berkah. Nama harus mengundang, ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo Dra Hj Sri Harmintarti MM menjelaskan, program ToMiRa merupakan kemitraan antara koperasi dengan Alfamart, bukan kepada BUMD atau perseorangan. Yakni mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bersifat kemitraan denngan koperasi.

Tahap pertama 3 ToMiRa yakni Bendungan, Dekso, dan Jombokan. Dan mulai 1 Desember 2015 tahap kedua ada tambahan 4 yakni ToMiRa Proliman Wates (KPN Sumber Rejeki), KSU Mitra Prima Daya pengelola ToMiRa Josuta Wates, KSU Trijata (ToMiRa Temon) dan KSU Legowo pengelola ToMiRa Galur, katanya.

Pengelola ToMiRa Dekso, Dalduri Prasetya menyatakan pihaknya tidak membatasi jumlah produk UMKM yang bisa dijual di ToMiRa, karena untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. Tapi yang harus diperhatikan adalah produk yang ditawarkan harus memenuhi syarat tertentu. Produk makanan, minimal dilengkapi izin pangan industri rumah tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan, serta kemasan sesuai standar yang ada agar terlihat menarik, tuturnya.

Dalduri menambahkan saat ini produk UMKM yang dijual di ToMiRa sudah lumayan banyak, diantaranya kripik pegagan, ikan kruspi, wingko ijo, keripik belut dan lainnya. Bentuk kemasan memang ada yang masih kurang menarik dan ini sudah diusahakan untuk diperbaiki. Perlu adanya pendampingan supaya produk UMKM bisa memenuhi standar untuk dapat dijual di ToMiRa, imbuhnya. (Wid)