Bimtek Peningkatan Kapasitas Koperasi Bagi Koperasi Sektor Riil

KULONPROGO-DINKOPUKM. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, pasal 3 menyatakan: Bahwa koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Secara umum penggolongan koperasi di Indonesia diatur oleh Undang-Undang, namun pada kenyataannya yang terjadi cukup beragam. Jenis koperasi lebih didasarkan pada kebutuhan dan efisiensi dalam ekonomi, yaitu: Koperasi Produsen, Koperasi Konsumen, koperasi Pemasaran, Koperasi Jasa dan Koperasi Simpan Pinjam.

Kini sudah zaman teknologi informasi, maka koperasi harus berbenah diri. koperasi harus adaptasi terhadap kemajuan teknologi sebagai prasyarat bisa terus bertahan di tanah air. Strategi dan pola bisnis pengelolaan koperasi harus berubah. Tanpa perubahan pola pengembangan usaha koperasi akan sulit untuk bersaing. koperasi merupakan salah satu pilar ekonomi negara ini. Selain bisnis untuk kesejahteraan, juga ada semangat gotong royong dan rasa kebersamaan yang tinggi dalam pengelolaan koperasi. Koperasi yang melek digital akan lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi oleh sebab itu perlu adanya pengembangan koperasi konvensional menjadi koperasi modern.

Terkait dengan hal tersebut Dinas Koperasi UKM, yang dipimpin oleh Iffah Mufidati, SH., MM, melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Koperasi Bagi Koperasi Sektor Riil pada Selasa (20/9/2022) s.d. Kamis (22/9/2022), bertempat di Ruang Sermo Komplek Pemerintah Daerah Kulon Progo.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ir. Bambang Tri Budi Harsono, MM (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kulon Progo), didampingi oleh Iffah Mufidati, SH., MM. Sedangkan peserta Bimtek sebanyak 25 orang dari 15 Koperasi, yaitu KPN Teguh Samigaluh, KSU BMT Amanah Galur, KUD Makmur Lendah, KSU Al Amin Galur, KSU Mertekas Pengasih, KPN Bhakti Niaga Wates, Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Soeka Wates, KPN Mekar Wates, Koperasi Konsumen Benih Kasih Pengasih, KSU Perkasa Wilis Sejati Kokap, Primkoppol Pengasih, KSU BTM Smarku Kokap, KUD Rejeki Mulyo Kokap, KSU BMT Karomah Temon, dan KPN Tegak Sentolo.

Perlu untuk diketahui bahwa tujuan dilaksanakannya Bimtek tersebut antara lain: untuk meningkatkan SDM pengurus dan pengelola koperasi, khususnya koperasi yang bergerak di sektor riil untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pengurus atau pengelola koperasi dalam mengelola koperasi. Meningkatkan kemampuan pengurus atau pengelola dalam menyajikan laporan keuangan dengan baik dan benar sehingga RAT dapat dilaksanakan tepat waktu. Meningkatkan pemahaman tentang dunia koperasi dan usaha sektor riil dan bisa memahami berbagai persoalan yang dihadapi koperasi. Mendorong kegiatan usaha sektor riil agar makin berkembang. Koperasi dapat mengembangkan transformasi digital menuju koperasi modern, dan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus dan pengawas dalam perannya menuju pengembangan rintisan koperasi modern, serta Koperasi dapat mengembangkan pilar-pilar (kelembangaan, usaha dan keuangan) menuju rintisan pengembangan koperasi modern.

Sebagai nara sumber pada Bimtek tersebut antara lain: Ir. Bambang Tri Budi Harsono, MM (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kulon Progo), Iffah Mufidati, SH, MM (Kepala Dinas Koperasi UKM Kab.Kulon Progo), Ir. Ambar Utami. R, MMA (Dinas Koperasi UKM Kab.Kulon Progo), Nurhadi Rahmanto, SE (Dinas Koperasi UKM Kab.Kulon Progo, Bangun Putra Prasetya, SE.,M.Sc., M.M (Akademisi Widya Mataram Yogyakarta), dan Dwi Rohmawati, SE (Pendamping DAK Non Fisik PK2UKM).

Peserta Bimtek selama 3 (tiga) hari akan mendapatkan materi Kebijakan Pemerintah Bidang KUMKM di Kabupaten Kulon Progo, Pengembangan Transformasi Digital pada Koperasi menuju Koperasi Modern, Peran Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam Pengembangan Koperasi Modern, Literasi Digital pada Koperasi, Data Base Anggota Koperasi Secara Elektronik, Data Base Anggota Koperasi Secara Elektronik, Manajemen Koperasi Profesional, Memanfaatkan IT/Digitalisasi pada Koperasi, Standar Akuntansi Koperasi yang Transparan dan Akuntabel, Laporan Keuangan Online, dan terakhir akan disampaikan Rencana Tindak Lanjut dan Komitmen.