Bimtek Peningkatan Kapasitas Koperasi Bagi Koperasi Penambang Emas Di Kokap

KULONPROGO-DINKOPUKM. Koperasi selain merupakan suatu badan usaha yang memiliki karakter yang berbeda dengan badan usaha lainnya, baik BUMN maupun BUMD, kekhususan koperasi itu dilihat dari azasnya yaitu berazaskan kekeluargaan. Azas kekeluargaan berarti bahwa dalam koperasi semua anggota kelompok seperti keluarga, sehingga dalam usahanya mementingkan kepentingan kelompok, yaitu kepentingan anggota pada khususnya dan kepentingan masyarakat pada umumnya. Hal ini berbeda dengan badan usaha lainnya yang lebih mementingkan kepentingan ekonomi (kemajuan usahanya).

Kekhususan lain, anggota koperasi memiliki identitas ganda yaitu sebagai pemilik koperasi dan juga sekaligus sebagai konsumen atas pengguna layanan koperasi. Untuk mencapai tujuan tersebut koperasi menyelenggarakan berbagai usaha yang bermanfaat bagi anggotanya.

Koperasi dibentuk oleh anggota yang memiliki berbagai kondisi, baik yang berkemampuan kurang maupun yang berkemampuan lebih. Meskipun demikian pada dasarnya anggota memiliki tujuan yang sama dalam membentuk koperasi, sehingga latar belakang anggota koperasi pun cenderung sama.

Koperasi penambang emas dibentuk dengan dilatarbelakangi oleh kesamaan pekerjaan para anggotanya yaitu sebagai penambang emas. Koperasi ini difasilitasi oleh UNDP yang merupakan koperasi yang bergerak dalam hal produksi yakni memproduksi/mengelola tambang emas. Koperasi yang dibentuk diharapkan bisa menampung hasil emas yang disetorkan ke koperasi dari para penambang emas.

Berkaitan dengan kondisi koperasi penambang emas di Kalirejo dan Kokap ini, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo telah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh koperasi dimana sampai saat ini dari 5 (lima) koperasi penambang emas di Kokap ini, baru 1 (satu) koperasi yaitu Koperasi Produsen Mineral Logam Mulia Kalirejo Kokap yang sudah keluar IPR (Ijin Pertambangan Rakyat) nya sedang 4 (empat) koperasi yang lainnya belum keluar IPR-nya.

Hal ini menjadi kendala bagi koperasi karena selama belum keluar ijinnya, maka anggota koperasi belum bisa melaksanakan aktivitasnya dalam mengelola tambang emas ini. Sehingga dikhawatirkan koperasi tidak segera bisa melaksanakan usahanya sesuai yang ada didalam Anggaran Dasar Koperasi.

Berdasarkan kondisi tersebut, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Koperasi Bagi Koperasi Penambang Emas di Kokap, yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tanggal 13 s/d 15 September 2022 dan bertempat di Pondok Makan Omah Beji Jl. Tentara Pelajar, Wates, Kulon Progo. Sumber Dana kegiatan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik PK2UKM Tahun Anggaran 2022.

Kegiatan ini dibuka secara langung oleh Penjabat Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo (Rr. Ch. Tri Subekti Widayati, SH, MM). Sedangkan narasumber berasal dari Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo dan Pakar Keuangan Koperasi (Isniah).

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan, ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan bagi SDM anggota koperasi pada khususnya. Sedangkan bagi koperasi sendiri diharapkan bisa lebih memaksimalkan pemberdayaan koperasi produsen bagi anggota yang ada, guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya.