Bimtek Bagi Koperasi Yang Tidak RAT

KULONPROGO-DINKOPUKM. Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kewajiban setiap Koperasi, karena merupakan wujud dari pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas kepada Anggota atas kinerjanya. Pelaksanaan RAT oleh Koperasi diharapkan bisa dilaksanakan diawal waktu, yaitu antara bulan Januari sampai dengan Maret. Karena dengan dilaksanakannya RAT diawal waktu, bisa menjadi salah satu indikator bahwa Koperasi tersebut dikelola dengan baik.

RAT merupakan agenda wajib setiap badan usaha Koperasi, karena didalamnya akan dibahas tentang pertanggungjawaban Pengurus Koperasi selama satu tahun kepada Anggota Koperasi yang bersangkutan. RAT merupakan pemegang kekuasaan tertinggi didalam pengambilan keputusan di Koperasi, sebagai pelaksanaan prinsip demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola Koperasi. Semakin banyak Anggota yang terlibat maka akan semakin baik dan dapat menghasilkan keputusan sesuai dengan kebutuhan Anggota Koperasi.

Terkait dengan hal tersebut Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, yang dipimpin oleh Iffah Mufidati, SH., MM, sebagai pembina Koperasi di wilayah Kulon Progo, setiap tahunnya memperhatikan dari sejumlah 276 Koperasi aktif, mana saja Koperasi yang tidak melaksanakan RAT.

Sampai dengan bulan Agustus 2022 baru sekitar 145 Koperasi yang telah melaksanakan RAT. Dengan demikian masih cukup banyak Koperasi yang belum melaksanakan RAT yang merupakan kewajiban dari Koperasi yang telah ber-Badan Hukum. Untuk memberikan perhatian serta pembinaan bagi Koperasi yang belum melaksanakan RAT, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Koperasi Dan UKM melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Koperasi Bagi Koperasi yang belum melaksanakan RAT.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/9/2022) sampai dengan Kamis (11/9/2022), bertempat di Pondok Makan Omah Mbeji, Jl. Tentara Pelajar, Wates, Kulon Progo. Koperasi yang diundang sebagai peserta Bimtek sebanyak 11 Koperasi, yang terdiri dari Pengurus, Pengawas dan Anggota potensial sejumlah 25 orang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Dinas Koperasi UKM (Rr. Ch. Tri Subekti Widayati, SH., MM). Sedangkan laporan panitia disampaikan oleh Sub Koordinator Kelompok Lembaga (Devi Yunara, SP).

Rr. Ch. Tri Subekti Widayati, SH., MM setelah membuka secara resmi langsung menjadi nara sumber dengan materi Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Koperasi di Kabupaten Kulon Progo. Sebelum penyampaian materi Rr. Ch. Tri Subekti Widayati, SH., MM telah menyampaikan pertanyaan kepada seluruh peserta Bimtek, penyebab atau permasalahan yang dihadapi, sehingga Koperasi tidak bisa melaksanakan RAT.

Setelah semua pertanyaan melalui tertulis telah terkumpul, berbagai penyebab yang dihadapi oleh Koperasi, antara lain: Pengurus yang sudah tua-tua sehingga sudah tidak mampu membuat laporan Pertanggungjawaban, banyaknya pinjaman macet yang tidak bisa tertagih sehingga biaya RAT tidak tercukupi, selain juga ada Koperasi yang dulunya merupakan Koperasi Serba Usaha sekarang yang dilakukan hanya Unit Usaha Simpan Pinjam.

Berbagai permasalahan tersebut menjadi perhatian Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo untuk dapat ditindaklanjuti, selain melalui Bimtek yang sedang dilaksanakan, juga melalui pembinaan secara langsung terhadap Koperasi yang benar-benar membutuhkan pendampingan. Sehingga kedepan koperasi yang tidak mampu melaksanakan RAT diharapkan bisa melaksanakan dengan baik.

Pemateri selanjutnya adalah Suwastri Asih, SE sebagai PPKL, menyampaikan Pemahaman Laporan Keuangan Koperasi. Pada pemaparannya Suwastri Asih, SE menyampaikan teknis bagaimana melakukan pembukuan pada pengelolaan keuangan Koperasi.

Perlu untuk diketahui bahwa pada Rabu (7/9/2022) akan disampaikan materi tentang Transformasi Digital Koperasi oleh Devi Yunara, SE, dan materi tentang Akuntansi Kas, Akuntansi Piutang, dan Akuntasi Persediaan, akan disampaikan oleh nara sumber Dra. Isniah sebagai Pakar Keuangan Koperasi.

Untuk hari Kamis (8/9/2022) akan disampaikan materi tentang Akuntansi Persediaan, dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital, juga oleh Dra. Isniah.

Dengan dilaksanakannya Bimtek tersebut diharapkan Pengurus, Pengawas dan Anggota potensial mampu mengimplementasikan pada Koperasi masing-masing, sehingga pengelolaan koperasinya semakin baik, yang pada gilirannya nanti pada setiap tahunnya mampu melaksanakan RAT.

Dengan dilaksanakannya RAT tentunya Pengurus dan Pengawas mampu menyampaikan pertanggungjawabannya pada seluruh Anggota dengan baik dan mampu memberikan pelayanan yang baik pula, serta bisa memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi seluruh Anggotanya maupun masyarakat pada umumnya, serta mampu menjadi Koperasi yang Sehat.