Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo Menyelenggarakan Pelatihan Strategi Pemasaran

KULONPROGO-DINKOPUKM.  Saat ini dunia berada pada posisi era globalisasi dan milenial serta Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0. Pertumbuhan ekonomi akibat Pandemik Covid-19 mengalami penurunan yang sangat drastis. Sehingga diperlukan suatu strategi pemulihan ekonomi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan cara peningkatkan daya saing Produk UMKM. Persaingan di dunia bisnis sangat cepat dan ketat. Hal ini diperlukan suatu langkah untuk percepatan menuju peningkatan yang signifikan dalam pencapaian tujuan suatu usaha.

Senin (08/08/2022) berlokasi di RM Joglo TP, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan acara Pelatihan Strategi Pemasaran yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, dimulai dari hari Senin (08/08/2022) s/d Rabu (10/08/2022) setiap harinya menghadirkan narasumber, pelaku usaha serta diikuti oleh 30 peserta pengrajin batik di Kulon Progo. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo (Iffah Mufidati, S.H.,MM), Nur Widayat, S.E., MM (Koordinator Pemberdayaan SDM), Rosyid Kusuma Yuda Dinas Koperasi D.I.Y (Sibakul Jogja/Narasumber), Kartikasmara Luluh Purwaumbara (Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I.Y). Kegiatan tersebut mengambil tema Meningkatan Saing Produk Dengan HKI.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan dan pemaparan oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo (Iffah Mufidati, S.H.,MM).

Dalam sambutannya Iffah Mufidati, S.H.,MM menyampaikan, "Kegiatan yang dilakukan merupakan program dari Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo dalam rangka menangkap kebutuhan atau update tertinggi. Dari kebutuhan pasar dan bagaimana strategi pemasaran kita jadikan strategi dalam kegiatan usaha yang telah dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan omset UMK. Kami sampaikan juga bahwa Pelaku Usaha di Kulon Progo adalah mikro hampir 100%”.

Pelatihan ini pesertanya adalah para pengrajin. Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber sesuai kebutuhan dalam kegiatan strategi pemasaran. Untuk menangkap kebutuhan pasar ini tidak bisa ditawar lagi. Dengan teknologi IT alhamdulillah sudah bisa mengikuti kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh dinas dinas terkait. “Kami mendapat masukan ada penyedia jasa yang menyiapkan konter untuk produk-produk UMK, menyampaikan salah satunya kerajinan batik masih kurang. Bagaimana fenomena pemanfaatan pewarnaan dengan bahan baku alam / ecoprint. Ecoprint saat ini sedang diminati pasar, selain warna yang khas, juga berkaitan dengan kesehatan dan kesadaran untuk go green”, Iffah Mufidati, S.H.,MM menjelaskan.

Saat ini juga perlu lebih banyak lagi khasanah, busana casual dan ready to wear / produk jadi. Kulon Progo sudah mempunyai bandara dan tentunya menjadi peluang yang bisa ditangkap kita semua. Selain fashion, Kulon Progo juga sedang menggalakan kuliner dan craft. Saat ini Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Hotel Dafam untuk mengisi galeri hotel dengan produk-produk UKM Kulon Progo. Kita juga sinergi masuk memanfaatkan momentum produk-produk lokal bisa dipakai. “Kami mengajak ayo kita bergerak bersama untuk memajukan produk-produk usaha lokal kita. Kami juga berharap nantinya Bapak/Ibu peserta pelatihan untuk memberikan saran di akhir pelatihan sebagai bahan evaluasi seperti apa / pelatihan apa yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan UKM Kulon Progo”, tandas Iffah Mufidati, S.H.,MM.

Iffah Mufidati, S.H.,MM menambahkan “Dalam kegiatan ini narasumber juga merupakan pelaku usaha yang diharapkan bisa membangkitkan motivasi peserta dalam menjalankan usaha melalui testimoni / sucsess story. Kebijakan Presiden Jokowi, dana APBN dan APBD harus digunakan untuk produk dalam negeri, untuk elektronik minimal 40% dari lokal Indonesia".

Penyampaian Materi berikutnya oleh Rosyid Kusuma Yuda (Dinas Koperasi UKM D.I.Y). Dalam pemaparannya menyampaikan bahwa, "SIBAKUL JOGJA adalah merupakan akronin dari Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha sedangkan JOGJA adalah kata populer dari wilayah DIY. SIBAKUL JOGJA juga merupakan platform digitalisasi layanan urusan Pemerintahan Budang Koperasi UMKM yang meliputi Pendataan dan Klasterisasi UKM, Pembinaan KUKM, dan Inivasi Fasilitasi Penguatan KUKM. SIBAKUL JOGJA juga sebagai pusat data Koperasi dan UMKM Pemda DIY dimana seluruh kegiatan Pembinaan Koperasi dan UMKM diwilayah DIY wajib terintegrasi dengan sistem data SiBakul Jogja. Sehingga data riil KUKM yang sangat membantu memberi gambaran yang tepat Postur Kekuatan KUKM. Kegiatan Pembinaan KUKM ini dapat diarahkan secara tepat efektif dan berdampak".

 

Meningkatkan Daya Saing Produk Dengab HKI, meliputi layanan BPKI Disperindag. Surat Rekomendasi adalah merupakan surat yang diterbitkan oleh BPKI yang menyatakan bahwa IKM merupakan IKM Binaan, (Sebagai lampiran pendaftaran HKI di Kanwil Kemenkumham sebagai dasar pengenaan tarif PNBP Pendaftaran HKI untuk kategori IKM UMKM). Penerbitan Surat Rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Fasikitas HKI adalah layanan pendaftaran HKI yang dengan biaya yang dibebankan kepada APBD (Baik Regula maupun Dana Keistimewaan). Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang diberikan oleh Negara Kepada Pencipta/kreator/imventor atas karya ciptaan intelektual. HKI biasanya diikuti oleh manfaat NILAI EKONOMI. Hak ekslusif penciptan yang timbul berdasar prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kreasi bentuk yang memberikan kesan estetis dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan. Kreasi rancangan dari berbagai elemen aktif yang terinterkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan dimaksudkan untuk persiapan pembuatan sirkuit terpadu. Tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang /produk yang karena faktor lingkungan geografis memberi reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan atau produk yang dihasilkan.

Pemaparan materi kedua oleh Kartikasmara Luluh Purwaumbara (Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I.Y), yang menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Strategi Pemasaran bertujuan untuk membuat strategi pemasaran guna peningkatan omzet penjualan produk UMKM, mendorong mengidentifikasi dan memunculkan produk lokal yang potensial dan inovatif sehingga dapat menumbuhkan semangat percaya diri bagi UMKM yang ada di Kulon Progo.