Enumerator Diharapkan Bisa Mengejar Target Pendataan Koperasi Dan UMKM

KULONPROGO-DINKOPUKM. Pendataan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo melalui program kegiatan Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia adalah untuk mendapatkan data yang valid melalui petugas pendata (Enumerator) pada setiap Kalurahan.

PendataanKoperasi dan UMKM yang dimulai bulanMei 2022 secara serentak, sampai saat ini kegiatan tersebut masih berjalan. Pada saat awal pendataan, menurut arahan dari Kementerian Koperasi dan UMK, Kulon Progo mendapatkan target pendataan Koperasi dan UMKM sebanyak 49.000.

Koordinasi pendataan tersebut melalui Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo dengan merekrut sebanyak 98 orang Enumerator untuk mendata Koperasi dan UMKM di 87 Kalurahan dan 1 Kelurahan.

Sampai dengan 1 Agustus 2022 ini pendataan yang dilakukan oleh Enumerator Kulon Progo mampu mendapatkan 6.436 data dan baru sebesar 13,13 %. Namun demikian capaian perolehan data tersebut sudah yang tertinggi apabila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya di DIY.

Hal tersebut terungkap pada Jumat (5/8/2022) ketika dilaksanakan pertemuan dengan Enumerator wilayah Kapanewon Temon dan Pengasih. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Pokja Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) (Rr. Ch. Tri Subekti Widayati, SH, MM), yang juga didampingi oleh Sekretaris SIDT (Ir. Ambar Utami Renaningsih, M.MA).

Dalam pertemuan tersebut juga terungkap bahwa masih banyaknya Enumerator yang belum maksimalnya dalam melaksanakan pendataan, selain juga ada Enumerator yang sangat minim dalam melaksanakan pendataan.

Untuk itu diharapkan seluruh Enumerator bisa meningkatkan motivasi pendataannya agar bisa mencapai target yang sudah ditentukan. Berbagai kendala yang dihadapi oleh Enumerator agar juga disampaikan, sehingga bisa dikoordinasikan dengan Lurah masing-masing Kalurahan.

Selain daripada itu, lebih ditandaskan, apabila Enumerator yang sudah tidak sanggup melaksanakan pendataan agar bisa dilanjutkan oleh Enumerator lainnya yang berdekatan yang nantinya telah menyelesaikan pendataan di wilayahnya.

Dalam pertemuan tersebut memang terjadi dialog yang cukup beragam dan dinamis, karena memang setiap Enumerator memiliki kesibukan sendiri selain mendata Koperasi dan UMKM. Hal tersebut tentunya bisa menjadi salah satu hambatan jalannya pendataan. Ada juga hambatan terjadi karena respondennya tidak mau didata, dan lain sebagainya.

Untuk menghadapi permasalahan semua itu diharapkan para Enumerator bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pekerjaan yang juga harus dilakukan, dan juga bisa menjelaskan secara baik kepada seluruh responden sehingga diharapkan pendataan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Perlu untuk diketahui juga, sesuai dengan informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, bahwa pelaksanaan pendataan Koperasi dan UMKM sampai dengan bulan Pktober 2022.