Asa UMKM Pantai Mlarangan Asri Semakin Ramai Pengunjung

KULON PROGO-DINKOPUKM. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Karena melalui UMKM inilah masyarakat mampu memperoleh peluang usaha di berbagai bidang dan sektor. Pada salah satu sektor yang selalu ada dan senantiasa beriringan dengan UMKM yakni sektor pariwisata.

Dimana ada destinasi wisata di situ pasti ada pelaku UMKM yang ikut meramaikan daerah tersebut. Karena sebuah destinasi wisata apabila tidak ada pelaku UMKM yang membuka usaha serta menggelar dagangan di area tersebut, bisa dipastikan destinasi wisata tersebut, walaupun bagus dan terkenal, lambat laun pasti ditinggalkan oleh wisatawan.

UMKM sangat diperlukan dalam perkembangan sebuah destinasi wisata. Apalagi tempat wisata tersebut baru, dan baru menjadi rintisan. Tentunya dukungan dari pelaku UMKM sangatlah dibutuhkan.

Seperti halnya yang terjadi di sebuah pantai yang menjadi obyek wisata rintisan yang awalnya diprakarsai oleh Karang Taruna. Yang kemudian, lambat laun destinasi tersebut menjadi perhatian dan memiliki daya tarik yang cukup baik terhadap wisatawan. Dengan beriringnya waktu, pengelolaan obyek wisata tersebut dilakukan kerjasama antara Karang Taruna dengan Kelompok Sadar Wisata. Obyek wisata tersebut adalah pantai Mlarangan Asri yang secara geografi terletak di wilayah Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan.

Pantai Mlarangan Asri memang menarik hati, dan pantas menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati asrinya pemandangan pantai yang begitu sejuk karena rindangnya pepohonan yang dengan setianya melindungi para wisatawan dari teriknya matahari. Tidak hanya takjub dengan hamparan pasir yang halus dan bersih, namun matapun seakan dimanjakan dengan hamparan air biru nan luas, juga deburan ombak yang begitu indah saling berkejaran karena terpakan angin yang begitu semilir nyaman terasa.

Di pantai Mlarangan Asri tersebut telah berjejer sebanyak lima belas warung yang didirikan oleh pelaku UMKM. Menurut penuturan Eka, salah seorang pelaku UMKM, warung yang ada di pantai tersebut sudah mulai sekitar tahun 2019. Namun karena adanya pandemi covid 19, maka wisatawan yang berkunjung di pantai Mlarangan Asri semakin sedikit. Sehingga banyak warung yang tutup.

Baru mulai tahun 2021 pantai Mlarangan Asri seiring dengan semakin melandainya kondisi covid 19, wisatawan dari hari ke hari semakin meningkat. Maka para pelaku UMKM memulai kembali membuka usahanya. Belum begitu banyak ragam dagangan yang dijajakan oleh para pelaku UMKM. Baru berkisar pada dagangan minuman, makan ringan, dan ada salah satu warung yang menjual pakaian.

Ekapun menyampaikan walaupun belum banyak ragam dagangan yang dijual di warung-warung tersebut, namun sudah cukup untuk kondisi saat ini, bsa menyediakan kebutuhan para wisatawan untuk membeli minuman dan makanan ringan. Harapannya mungkin kedepan apabila pengunjungnya semakin ramai tentunya harus ada warung yang menyediakan masakan kuliner, seperti masakan sea fod, dan lain sebagainya, termasuk makanan/kuliner khas Kulon Progo. Sehingga wisatawan yang datang dari luar Kulon Progo, luar Yogyakarta, atau bahkan dari luar negeri, bisa menikmati kuliner khas Kulon Progo.

Eka juga merasa bahagia atas dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo yang melaksanakan kegiatan di Pantai Mlarangan Asri, seperti Puncak Peringatan Hari Koperasi Ke 75 Tahun 2022. Hal ini tentunya membawa dampak tersendiri bagi para pelaku UMKM yang membuka usahanya di Pantai tersebut. Karena selain semakin dikenal oleh masyarakat luas, juga semakin banyak pengunjung, tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi omset penjualan.

Diungkapkan juga bahwa harga yang diberikan untuk dagangan yang dijual di pantai tersebut relatif sama dengan yang dijual di pasaran atau tempat lain. Selain itu juga ada kesepakatan harga diantara pelaku UMKM, sehingga tidak terjadi jor-joran harga.

Untuk diketahui juga bahwa pengunjung yang memasuki pantai Mlarangan Asri belum dipungut biaya atau belum ada restribusi/tiket masuk. Yang ada baru biaya parkir yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata, yang di dalamnya ada anggota Karang Taruna.

Pantai Mlarangan Asri diharapkan kedepan semakin berkembang, semakin maju, dan semakin dikenal oleh banyak masyarakat, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pendapatan para pelaku UMKM yang membuka usaha dagang, yang tentunya memberikan harapan besar pula bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan pelaku UMKM itu sendiri.