PEMBINAAN TERHADAP PENGURUS, PENGAWAS KOPERASI

Kamis, 14 November 2019 08:56:55 - Oleh : DY-sp

Penyerahan Sertifikat Pelatihan Dan Uji Kompetensi Bidang Ritel

FASHION SHOW GEBYAR UKM - UKM GUMREGAH 2019 KULON PROGO

PEMBUKAAN SEMINAR UKM BRILIAN

Seminar Galang UKM Menuju UKM Brilian Tahun 2019 Di Kabuapaten Kulon Progo

PAMERAN GEBYAR UKM – UKM GUMREGAH 2019

KULON PROGO-DINKOPUKM

Rabu (13/11) Kepala Dinas Koperasi UKM Kulon Progo (Dra. Sri Harmintarti, MM), Koordinator Wilayah Kecamatan Wates (Devi Yunara, SP), Petugas Wilayah (Rubiyanto, A.Md) dan PPKL (Suwastri Asih, SE) bersama-sama melaksanakan pembinaan terhadap Pengurus, Pengawas KJKS BMT Bangun, Giripeni, Wates. Dalam kesempatan tersebut Dra. Sri Harmintarti, MM menanyakan dan menyisir permasalahan KJKS BMT Bangun yang belum melaksanakan RAT. “Apabila 3 (tiga) tahun berturut-turut Koperasi tidak melaksanakan RAT dan usaha tidak berkembang, maka pemerintah berhak untuk membubarkan Koperasi yang bersangkutan. Tetapi pembubaran memerlukan tahapan-tahapan yang tidak mudah, sehingga rekomendasi dari Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo agar Koperasi segera melaksanakan RAT sebagai wujud pertanggungjawaban Pengurus, Pengawas kepada anggota Koperasi”, jelas Dra. Sri Harmintarti, MM.

Jenis usaha KJKS BMT Bangun sesuai dengan Anggaran Dasar, waktu pendirian Koperasi adalah Simpanan, Pembiayaan dan Investasi. Harapan ke depan Koperasi bisa mengembangkan usahanya dengan melakukan Perubahan Anggaran Dasar di Notaris yang mempunyai lisensi perkoperasian yakni Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK). Koperasi didorong tidak hanya bergerak dibidang simpan pinjam tetapi juga di sektor riil.

“Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo diharapkan Koperasi bisa bermitra dengan Alfamart/Indomart untuk mendirikan dan mengelola Toko Milik Rakyat (ToMiRa). Karena pada tahun 2019 ada Peraturan Daerah yang mengatur bahwa nantinya di wilayah Kulon Progo tidak ada lagi Alfamart/Indomart tetapi sudah menjadi ToMiRa. Hal ini menjadi peluang bagi KJKS BMT Bangun untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar”, tandas Dra. Sri Harmintarti, MM.

Maju mundurnya Koperasi tergantung dari anggota. Untuk itu KJKS BMT Bangun perlu meningkatkan penambahan anggota, karena dilihat dari laporan RAT yang lalu  anggota Koperasi berjumlah 26 orang dan tidak ada penambahan anggota tiap tahunnya.

Hasil monitoring, evaluasi dan pembinaan juga dijumpai bahwa Pengurus, Pengawas KJKS BMT Bangun masih ada jabatan yang dirangkap dan ada hubungan kekeluargaan semenda, dan sudah habis masa berlakunya seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasar (3 tahun masa berlaku), dari sejak  pendirian tahun 2011, sehingga saran dari Dinas Koperasi UKM untuk segera melaksanakan Revitalisasi Pengurus melalui Rapat Anggota.

Pengurus sudah menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan dan RAPBK tetapi pengurus belum mengesahkan dihadapan anggota. Disepakati akan dilaksanakan RAT pada tanggal 16 November 2019 dengan mengundang Dinas Koperasi UKM sebagai Pembina Koperasi.

Dra. Sri Harmintarti, MM juga menyatakan kalau memang KJKS BMT Bangun ingin belajar dan melihat Koperasi yang sudah berhasil bisa melaksanakan study banding ke Kopdit Mulia Kalibawang yang sudah mempunyai omset yang cukup besar.

Dilihat dari permodalan KJKS BMT Bangun merupakan Koperasi yang cukup besar dan bagus, diharapkan melalui pembinaan oleh Dinas Koperasi UKM, KJKS BMT Bangun bisa menangkap peluang usaha. Koperasi harus bisa dipertahankan dan dikembangkan dengan Revitalisasi Pengurus dan  harus  tetap melaksanakan RAT tepat waktu disela-sela kesibukan pengurus, pengawas diluar kegiatan Koperasi.

Semoga dengan dilaksanakannya pembinaan tersebut kedepan KJKS BMT Bangun bisa melaksanakan kewajibannya, yakni RAT dan mampu mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.

File lampiran :

« Kembali | Kirim | Versi cetak