Produk Lokal Premium UKM Kulon Progo Diusulkan masuk Gallery Beringharjo Bandara YIA

Kamis, 19 September 2019 14:14:04 - Oleh : SB, sp

PELAKSANAAN RAT TUTUP BUKU TAHUN 2019

Masa Depan Cerah Produk Kecantikan UMKM Kulon Progo

PEMBINAAN TERHADAP PENGURUS, PENGAWAS KOPERASI

Sosialisasi Kearsipan

Pemberitaan dan Artikel pada Website Dinas Koperasi UKM Kulon Progo

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan penopang perekonomian bangsa. Kita bahkan tidak dapat menafikan betapa sangat besar peran UMKM dalam menekan angka pengangguran, menyediakan lapangan kerja, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan membangun karakter bangsa melalui kewirausahaan.

Perkembangan UMKM pun semakin dinamis dengan segala kreasi maupun inovasi dalam upaya menarik simpati bagi konsumennya, sehingga berbagai kesempatan dan peluangpun berusaha untuk ditangkap.

Terkait dengan hal tersebut pada Selasa, 3 September 2019 bertempat di ruang rapat Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan Rapat Koordinasi pengusulan produk lokal premium UKM Kulon Progo di Gallery Bandara Yogyakarta International Airline (YIA). Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi UKM (Dra. Sri Harmintarti, MM), Kabid Pemberdayaan (Muh Haroyono, S.IP) Kasi Pemberdayaan SDM (Susana Budiarti, S.Sos), DPC IWAPI Kulon Progo, Kadin Kulon Progo, DPC HIPMIKIMDO Kulon Progo, DPC HIPMI Kulon Progo, Asosiasi Batik Kulon Progo, DPC Perwira Kulon Progo, dan DPC APJI Kulon Progo.

“Perlu diketahui bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menjaring usulan dari peserta yang memiliki anggota UMKM yang akan masuk ke Gallery Bandara YIA, juga untuk menampung usulan dari asosiasi terkait melalui satu pintu, yakni Dinas Koperasi UKM Kabupaten /Kota”, jelas Dra Sri Harmintarti.

Selanjutnya Muh Haryono, S.IP menyampaikan bahwa asosiasi agar bisa menyisir atau mencari UKM-UKM yang tergabung didalam organisasinya yang produknya layak untuk diseleksi, dan belum masuk dalam daftar usulan yang sudah ada. Adapun usulan yang sudah ada tersebut berasal dari lintas instansi Pembina UMKM termasuk binaan Bank Indonesia, LIPI dan sebagainya.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan, yang antara lain telah membentuk Tim Terpadu yang terdiri dari Dinas Koperasi UKM, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo. Dan Seluruh asosiasi terkait memiliki kepentingan yang sama terhadap kemajuan UKM Kulon Progo.

Sedangkan produk UMKM yang bisa masuk ke dalam Gallery antara lain : Makanan kemasan, makanan kuliner (masih menunggu outletnya), produk fashion, dan produk kerajinan. Kemasan yang diikutkan dalam kurasi adalah produk local premium yang memiliki Gramasi, PIRT, Kemasan bagus dan produk harus berasal dari produk local tidak boleh hanya dikemas di Kulon Progo saja, namun produk tersebut haruslah produk yang berasal dari dan diproduksi oleh UKM Kulon Progo.

Lebihlanjut perlu untuk diketahui bahwa Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo telah mengusulkan sebanyak 49 UKM yang terdiri dari UKM makanan dan non makanan. Sesuai dengan hasil rapat di Dinas Koperasi UKM DIY, disepakati bahwa untuk bisa masuk ke Gallery harus melalui satu pintu yaitu melaui Dinas Koperasi UKM Kabupaten/Kota sehingga diharapkan asosiasi terkait harus mengusulkan anggotanya.

Selanjutnya bagi produk UKM yang telah memenuhi syarat bias mengikuti kurasi di Dinas Koperasi UKM DIY. Namun demikian apabila ada UKM dari anggota asosiasi terkait belum masuk ke daftar kurasi namun pantas untuk dikurasi untuk segera diusulkan ke Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo.

Semoga dengan dilaksanakan berbagai upaya untuk produk UMKM di Kulon Progo, baik dengan dilaksanakannya kurasi di Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo maupun kurasi di Dinas Koperasi UKM DIY, kedepan mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi pelaku UMKM dengan bias masuknya produk local Kulon Progo di Gallery Bandara YIA, yang tentunya secara baik akan memberikan dampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi pelaku UMKM itu sendiri.

File lampiran :

« Kembali | Kirim | Versi cetak