Tertarik TOMIRA Kementrian Pertanian Melakukan Benchmarking di Kabupaten Kulon Progo

Rabu, 18 September 2019 15:16:47 - Oleh : NH

PELAKSANAAN RAT TUTUP BUKU TAHUN 2019

Masa Depan Cerah Produk Kecantikan UMKM Kulon Progo

PEMBINAAN TERHADAP PENGURUS, PENGAWAS KOPERASI

Sosialisasi Kearsipan

Pemberitaan dan Artikel pada Website Dinas Koperasi UKM Kulon Progo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima peserta Benchmarking to Best Practice Diklatpim tingkat IV dari Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor, di Ruang Rapat Sermo. Senin (16/9/2019). Rombongan dipimpin oleh Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor Drh. Sumarno M.M dengan membawa peserta sebanyak 35 orang. Instansi yang digunakan sebagai Lokus Best Practice adalah Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo.

 

Turut hadir Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo Dra. Sri Harmintarti, M.M dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kulon Progo Dra. Yuriyanti, M.M.

 

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor Sumarno menjelaskan bahwa di Kulon Progo ini kemajuan bidang perekonomiannya sangat meningkat, sehingga membuatnya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai inovasi yang diterapkan di Kulon Progo. “Tujuan kami datang adalah untuk mengadobsi bebagai inovasi yang ada di Kulon Progo dan sekaligus untuk mengadaptasikan kepada proyek masing-masing kementrian” ujar Sumarno

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sri Harmintarti mengungkapkan Alur kemitraan dengan Alfamart dan Indomart yakni koperasi membeli Alfamart dan Indomart dengan  DP 0%  selanjutnya koperasi memitrakan Alfamart dan Indomart kepada produk-produk lokal daerah dengan cara menjualkan produk lokal tersebut minimal 20%. Walaupun pada prakteknya belum ada 20% tetapi setidaknya setiap badan usaha harus menjualkan produk asli daerah.

 

“Kulon Progo adalah Kabupaten yang paling miskin di Daerah Istiewa Yogyakarta, oleh sebab itu kami membuat UKM untuk meretas kemiskinan. Solusi lainnya adalah melakukan mitra dengan Alfamart dan Indomart di daerah Kulon Progo”, Ujar Sri Harmintarti.

 

Serta selain dengan bermitra, Alfamart dan Indomart juga harus berganti nama menjadi TOMiRa atau toko milik rakyat. Hal ini dilakukan untuk merubah konsep toko modern berjejaring menjadi toko milik rakyat. Harapannya dengan adanya TOMiRa produk-produk lokal yang bermutu terangkat dan layak jual dalam pangsa pasar modern.

 

Dalam sambutanya Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo mengatakan membanjirnya toko modern berjejaring seperti Alfamart dan Indomart di berbagai daerah disikapi beragam oleh masing-masing Pemda. Akan tetapi untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan sekaligus melaksanakan amanat Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

 

“Kami menginisiasi terhadap toko modern yang jaraknya kurang dari 1 km dari pasar tradisonal, agar tetap bisa beroperasi, maka harus bekerjasama dengan koperasi,” kata Sutedjo.

 

Sutedjo menambahkan peluang ini kami tangkap untuk memberikan kesempatan kepada koperasi agar memanfaatkan inovasi ini, dengan mengakuisisi kepemilikan toko jejaring dengan merubah konsep toko modern berjejaring menjadi Toko Milik Rakyat (Tomira). Repost MC Kp/ NH

 

File lampiran :

« Kembali | Kirim | Versi cetak