Bengkulu Utara belajar tentang Tomira ke Kulon Progo

Jum`at, 14 September 2018 10:16:20 - Oleh : admin

Rombongan Pemkab bengkulu Utara Mengunjungi Tomira Diponegoro

Bupati tunjukan inovasi industri lokal, pariwisata, dan pemerintahan dalam Workshop tingkat ASEAN

Ingin Punya Bisnis Kuliner, Bagaimana Memulainya Ya?

Kerajinan Tenun Lurik ’Tenun Bantarjo’

Belanja Online dari Luar Negeri di Atas Rp 1 Juta Kena Pajak

Dinkop Selenggarakan Bintek untuk Membangun Visi Koperasi

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melakukan kunjungan ke Kabupaten Kulon Progo Kamis, 13/9/2018 untuk belajar tetnang penataan toko modern khususnya pengembangan Tomira. Rombongan diwakili oleh Assek I Drs. Edi Subroto, Assek 2 Ir. Pramono dan Kepala Dinas Perindag Zulkarnain dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Kulon Progo Dra. Sri Harmintarti, MM.

Rombongan Pemkab Bengkulu Utara banyak bertanya terkait kebijakan Pemkab Kulon progo dalam penataan toko modern melalui inovasi pendirian Toko Milik Rakyat (Tomira) dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Kadinas Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa Maraknya Toko Moderen berjejaring dan dekat pasar tradisional, memicu keresahan dan prokontra sehingga Pemerintah daerah mengeluarkan aturan berupa Perda No. 11 Tahun 2011 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional Serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Toko moderen yang berstatus jejaring dan waralaba serta berjarak kurang dari 1000 m dengan pasar tradisional harus dilakukan sanksi berupa penutupan, ada 18 Toko moderen yaitu dari Alfamart dan Indomaret yang melanggar perda. Selanjutnya dicari solusi alternatif yang tidak melanggar Perda tersebut dan diharapkan juga Alfamart maupun Indomart bisa mendukung dan berpihak pada ekonomi kerakyatan sehingga bisa bekerja sama dengan Koperasi dan UMKM di Kabupaten Kulon Progo dan Implementasi Program "Bela dan Beli Kulon Progo". Kemudian dilaksanakan kajian terkait landasan dan payung hukum untuk melaksanakan kerjasama antara Koperasi UKM dengan perusahaan besar. Koperasi berkerjasama (Kemitraan) dengan Alfamart/ Indomaret sebagai salah satu suplier. Suplier selain Alfamart/Indomaret diutamakan produk lokal ToMiRa diharuskan menyediakan Space minimal 20% dari total barang dagangan di ToMiRa untuk Produk UMKM Lokal.
Selanjutnya mulai tahun 2014 sampai dengan 2017 telah terbentuk 13 ToMiRa di Kabupaten Kulon Progo dan pada tahun 2018 telah diresmikan tiga ToMiRa sehingga jumlahnya menjadi 16 ToMiRa. Selain itu beliau menyampaikan bahwa perkembangan dari 13 ToMiRa yang terdahulu, secara pendapatan bisa dikatakan peningkatannya yang cukup baik, dan meningkat. Sedangkan produk lokal yang semula hanya sebanyak 20 item, sekarang telah menjadi sejumlah 110 item. Hal ini tentunya membuat bangga kita sehingga diharapkan mampu memberikan daya dorong serta motivasi terhadap Koperasi-koperasi yang lain di Kabupaten Kulon Progo untuk bisa meningkatkan kemampuannya dalam meningkatkan kesejahteraan bagi anggotanya, walaupun tidak harus melalui pengelolaan ToMiRa. Selanjutnya diharapkan bertambahnya ToMiRa di Kabupaten Kulon Progo ini nantinya juga mampu memberikan efek yang lebih positif dalam rangka peningkatan perekonomian terhadap seluruh anggota Koperasi pengelola ToMiRa dan juga terhadap pelaku UMKM yang produknya ikut dipasarkan di ToMiRa, serta pada masayarakat Kulon Progo pada umumnya.
Setelah diskusi dilanjutkan tanda tangan MOU kerjasama antara Dinas Perindag Bengkulu Utara dan Dinas Koperasi UKM Kulon progo dan kunjungan Ke Tomira Dipopnegoro.

 

 

 

 

Sedangkan dalam sambutannnya Bapak Bupati menyampaikan bahwa Tomira saat ini baru awal perjuangan sehingga apabila ada banyak hambatan dan kritikan dimaknai sebagai dinamika perjuangan sehingga ke depan akan lebih baik. Selain itu beliau menyampaikan bahwa Tomira merupakan salah satu imlementasi kecil dari Ekonomi Pancasila, dan merupakan perpaduan antara pemodal dan rakyat karena antara pemodal besar bermitra dengan rakyat dalam hal ini Koperasi sehingga ada kebersamaan untuk membangun ekonomi rakyat yang lebih baik. Tomira merupakan satu pintu masuk bagi pengembangan produk lokal sehingga diharapkan dengan nanti adanya bandara dan Tomira-tomira yang baru maka produk lokal akan dapat bersaing dan berkembang lebih baik.

Selanjutnya rombongan diantar ke Tomira Alvamart Bendungan, Wates yang jaraknya sekitar 200 m dari Gallery Batik Citra Mandiri.
Tomira Alfamart Bendungan ini merupakan take over dari KSU BMT Giri Makmur, karena keberadaannya persis di sebelah pasar tradisional Bendungan. Dalam usahanya Tomira Alfamart Bendungan ini selain menjual produk-produk pabrikan juga harus menjual produk lokal yang berupa kerajinan maupun makanan olahan atau home industri, minimal 20%.
Ketua rombongan kagum dengan inovasi dan kreativitas yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo, sehingga mampu mengkolaborasikan antara toko modern yang menjual produk pabrik dengan produk lokal yang biasanya dijual di toko-toko kelontong yang sederhana. Pengalaman ini akan diadopsi dan diimplementasikan di Kabupaten Poso, sehingga di Poso juga akan berdiri Tomira seperti di Kulon Progo.

Kunjungan dilanjutkan ke Tomira Indomart Temon. Kalau Tomira Alfamart di Bendungan, Wates merupakan Tomira Take over dari gerai Alfamart yang sudah ada, karena tidak sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional serta penataan pusat perbelanjaan dan toko modern. Maka kalau di Tomira Indomart KUD Temon adalah di luar jarak 1 KM dari pasar tradisional, melalui kerjasama kemitraan dengan modal penyertaan, sesuai Per.Men.Kop. Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pemupukan Modal Penyertaan Pada Koperasi.
Di Tomira ini produk yang dijual juga hampir sama dengan yang di jual di Tomira lain, yakni produk-produk pabrikan dan juga menjual produk lokal hasil dari UMKM yang banyak ragamnya, terutama olahan pangan berbahan asli Kulon Progo.
Pada kunjungannya di Tomira Temon ini rombongan sangat senang dengan suasana yang lebih lega, dagangan yang juga lebih banyak, sehingga secara leluasa bisa melihat, mengamati, serta membeli berbagai produk lokal yang dijual di Tomira Temon.
Setelah puas dan dirasa cukup, rombongan dari Komisi III DPRD dan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Poso mengucapkan terima kasih kepada Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo atas penerimaan dan sambutan yang baik. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanan ke kota Yogyakarta untuk melanjutkan kunjungannya di tempat lain.

 

 

 

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak