Komisi 2 DPRD Kabupaten Tabalong belajar Bela Beli Kulon Progo

Kamis, 7 Februari 2019 16:06:24 - Oleh : admin

Putaran Terakhir Penilaian Kesehatan Koperasi Tahun 2019

MONEV DI TOMIRA KUD HARAPAN TEMON

KURASI PRODUK UMKM

Bimbingan Teknis Bagi Koperasi Yang Belum Melaksanakan RAT

Produk UMKM Mendominasi Manunggal Fair 2019

DPRD Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan melakukan Kunjungan Kerja ke Kulon Progo pada kamis, 7/2/2019 dipimpin langsung oleh wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ibu Mursidah bersama dengan Ketua komisi 2 bapak Aris Suharyanto dan diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo didampingi oleh beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) antara lain Kadinas Koperasi UKM dra. Sri Harmintarti, MM, Kadinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Eka Pranyata, Sekretaris Dinas Pertanian Drs. Maman Sugiri beserta beberapa anggota Gapoktan Kabupatan Kulon Progo.


Ibu Mursidah dan bapak Aris dari DPRD Kabupaten Tabalong menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja yaitu untuk melihat dan belajar tentang pemanfaatan lahan dan hasil pertanian yang telah dilakukan oleh kabupaten Kulon progo melalui program Bela beli Kulon Progo. Selanjutnya juga disampaikan tentang kondisi kabupaten Tabalong yang memiliki luas wilayah kurang lebih 3.496 m2 dengan penduduk sekitar 250 ribu jiwa, sehingga potensi wilayah sangat baik untuk pengembangan produk pertanian. Selain itu juga disampaikan tentang banyaknya pertambangan batubara di wilayah Tabalong sehingga ini menjadi nilai tambah melalui PAD nya.


Selanjutnya bapak Bupati menyampaikan tentang Bela beli Kulon progo dari latar belakang sampai kondisi saat ini. Bupati menyampaikan program ini dilatarbelakangi oleh kondisi angka kemiskinan masyarakat Kulon progo yang masih tinggi sedangkan banyak produk lokal seperti produk pertanian yang justru dipasarkan ke luar Kulon Progo. Selain itu harus disadari ketika kita sulit menguasai teknologi maka kita harus menguatkan ideologi. Beberapa implementasi program ini adalah adanya batik gebleg renteng, Air-KU, beras daerah, ToMiRa dan beberapa program lainnya. Program ini tentu saja tidak hanya sekedar inovasi tetapi revolusi karena merubah mindset dan menjebol tatanan.


Di dalam diskusi bupati juga menyampaikan bahwa tentu saja pada awalnya ada gejolak atau resistensi dari pihak-pihak yang merasa "dirugikan" dalam program ini tetapi dengan duduk bersama dan berdiskusi serta penanaman pemahaman tentang semangat bela beli Kulon progo dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan maka akhirnya program ini dapat berjalan dengan baik sampai sekarang walaupun masih diperlukan perbaikan. Seperti ToMiRa yang saat ini sudah ada 16 TomiRa yang dimiliki oleh Koperasi dan akan dikembangkan seluruh toko berjejaring yang ada untuk menjadi ToMiRa.


Kadinas Koperasi dan UKM menambahkan bahwa implementasi program ini menunjukan bahwa kita tidak benci asing tapi cinta kemandirian seperti program ToMiRa, dengan program ini kita merangkul pengusaha besar untuk dapat bermitra dan terlibat langsung dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Kulon Progo melalui Koperasi dan UMKM.


Akhirnya acara ditutup dengan tukar cinderamata dan foto Bupati bersama seluruh rombongan dari DPRD Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.



« Kembali | Kirim | Versi cetak